Setiap malam, jauh setelah semua penghuni L&C terlelap, Nayarra akan menyempatkan waktu untuk mendatangi kamar anak laki-laki. Ia hanya ingin menatap wajah malaikat kecilnya saat terlelap. Sesungguhnya, Nayarra menginginkan lebih banyak waktu untuk menunjukkan cinta kasih pada belahan jiwanya, namun keadaan tidak mengizinkan. Ia hanya dapat menikmati waktu bersama sang malaikat secara diam-diam. Perlahan, Nayarra membuka pintu kamar anak laki-laki. Belum sempat ia masuk, langkahnya langsung terhenti ketika mendengar suara kecil seseorang yang tengah berbicara. Pelan namun cukup terdengar. Nayarra memilih untuk mendengarkan dari jauh agar tidak mengganggu sang anak yang sepertinya tengah berdoa. "Tuhan, Tian pengin banget punya papa mama. Tian pengin kayak teman-teman yang lain. Ke seko

