Di Café itu, Rose sudah menunggu tenang, menikmati keindahan kota dengan secangkir latte yang hangat. Dia harus menemui mantan mertuanya ini sebelum kembali menyusun rencana untuk masuk ke rumah Keluarga Atmadja. “Papa mau minum apa?” tanya Rose saat Narendra datang, duduk di depannya. Pria tua itu belum menjawab. Ditatapnya langsung wajah berbeda sang mantan menantu dari yang terakhir kali dia ingat. Merasa miris. “Papa juga nggak ngenalin aku?” Narendra mengangguk, lalu mereka mulai bercerita tentang susunan rencana dengan apik. Rose mengatakan perkembangan kasus, juga bukti bahwa Gunawan menjadi kaki tangan Jennifer kala itu. “Jadi kalau Gunawan berhasil ditangkap, kalian bisa menangkap Jennie?” Rose mengangguk. “Mungkin, Pa. Kami juga sedang mencari mobil yang digunakan Jennifer

