114. Ular Berbisa -1

1089 Words

“Sayang!” Samantha berlari tergesa ke arah Han, lalu tersenyum antusias. “Sayang? Gue?” seru Han, menunjuk wajahnya. Samantha pulang selepas senja. Usai pertemuan dengan kliennya itu, juga insiden yang dialami, Samantha singgah ke apotek untuk membeli obat dan peralatan untuk membalut lukanya. Diraihnya si kecil Morgan dari gendongan sahabatnya itu. “Anak gue, lah!” Samantha bergabung duduk di ruang tengah. Narendra juga berada di sana, menyesap kopi sembari menikmati berita yang tersaji di televisi. Diperhatikannya Samantha. Meski bermain dengan Morgan, putranya itu kehilangan perhatian sesekali. “Sam!” Samantha menoleh. “Ya, Pa?” “Tadi kamu ketemu sama Mila, kan? Lalu bagaimana selanjutnya?” Mila, hanya menyebut nama wanita itu saja, jantung Samantha berdegup cepat seolah gemur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD