129. Titik Terang -2

1250 Words

Alexander tersenyum canggung. Sebenarnya dia candu bercengkrama lama dengan iparnya yang cantik ini. Dia yang terlihat begitu segar dan cantik dengan rona kebulean. Hidung kecilnya yang mancung, bibirnya yang mungil begitu menggoda. Tubuhnya juga sangat proposional dengan kulit putih bersih hingga adrenalin Alexander terpacu saat menatapnya. "Kenapa, Mas?" "Tidak. Aku hanya kesepian saja. Dan kamu juga asik diajak ngobrol. Kamu tau, wanita secantik kamu bisa mendapatkan yang lebih dari Sam. Apa yang hebat dari dia? Kudengar kamu bahkan bela-belain datang dari Inggris saat melihat profil Sam yang dibawa papaku." Rose tersenyum getir saat Alexander memujinya. Pria itu sungguh hanya memuja paras wanita sampai detik ini. "Cantik? Aku yang sekarang ini, cantik? Aku yang dulu, pernah kamu to

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD