112. Sam-Mila -1

1004 Words

Di sisi lain, Rose menunggu was-was di pelataran café. Sengaja dia menunggu di luar sebab gugup menunggu Samantha. Tampilannya sangat cantik, terlihat elegan saat blazer dark brown itu padu di badan langsingnya dengan celana panjang formal pada kaki jenjangnya. Dirapikannya kembali tampilannya dengan cermin ini. “Deg-degan banget, ini.” Rose mengatur degup jantungnya, mengambil kacamata hitam untuk menghindari kilau sinar mentari. “Kenapa SMS-ku nggak dibalas, ya? Masuk, kok, dibaca juga.” Lama Samantha beradu dengan waktu, lalu mobilnya terparkir di gerbang depan café. Pandangannya memindai sosok yang harus dia temukan. Di sana, Rose berdiri mematung. Pria itu, lelaki yang dia cintai dan rindukan setahun ini, akirnya datang padanya. Tak banyak berubah, hanya saja tampilannya lebih ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD