Bab 35

1855 Words

Sore itu, Arvin benar-benar menepati ucapannya. Ia menutup laptop lebih cepat dari biasanya. Beberapa email penting ia tandai untuk ditinjau malam nanti. Sesampainya di rumah, ia mendapati istrinya terlihat santai duduk di sofa ruang keluarga, kaki sedikit ditinggikan dengan bantal kecil di bawahnya. “Kok pulang cepat, Mas?” Zahra tersenyum heran. “Katanya harus banyak istirahat,” jawab Arvin santai, meletakkan tas kerjanya. “Aku ikut aturan dokter.” Zahra tertawa kecil. “Yang harus istirahat itu aku, bukan kamu.” Arvin tidak langsung menjawab. Ia melirik jam dinding sebentar dan duduk di samping istrinya. Tak lama, bel rumah berbunyi. Zahra mengerutkan kening. “Kita kedatangan tamu, Mas?” Arvin berdiri. “Kayaknya iya.” ia berjalan menuju pintu depan. Beberapa menit kemudian, du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD