Seumur hidup, Nurul tidak pernah masuk ke dalam seorang kamar laki-laki. Maksudnya dalam artian ketika ia dalam keadaan yang sadar-sesadarnya. Lupakan cerita lalu ketika dia mabok di apartemen Pras tempo hari. Nurul sama sekali tidak ingat. Pun dengan kelakuan aneh dia di apartemen Pras itu. Nurul saat itu mengutuk siapapun yang memberikannya minuman iblis itu. Itu sebabnya ia tak lagi mendatangi klub manapun saat gundah gulana. Lagipula hari-harinya belakangan sudah tak lagi mengkhawatirkan yang bisa membuatnya nekad datang ke sana lagi. Nurul lebih banyak menghabiskan waktunya menonton drama adegan romantis, yang membuat rasa rindunya kian tak tertahankan pada seseorang yang kini ada di hadapannya. Namun yang kini ia lakukan ternyata lebih parah lagi. Masuk ke dalam kamar seorang Prase