50~BC-2

877 Words

Cinta mendongak, menatap Bias. “Apa aku kurang manis? Terus, kalau kurang manis, kamu mau cari yang lebih manis di luar sana? Atau, kamu mau balik lagmm …” Malas mendengar ocehan Cinta, Bias pun segera menyambar bibir istrinya. Ia tidak peduli, kalau Cinta akan marah setelahnya. Yang jelas, dalam diam, Bias selalu menikmati momen seperti ini. Ada rasa puas, tiap kali berhasil menutup mulut pedas itu dengan caranya sendiri. “Kamu manis,” ucap Bias setelah menarik diri, “maniiis banget.” Cinta mendorong tubuh Bias. “Aku nggak mempan digombal.” “Aku tau.” Bias bergeser, melihat penampilannya di cermin. “Aku pergi dulu,” ucapnya kembali menghampiri Cinta, “berhenti jadi reporter, karena aku mau kamu masuk ke Naraland.” “Bi–” “Sstt!” Bias meletakkan telunjuknya di bibir Cinta, “aku nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD