51~BC-2

923 Words

“Aku bilang, aku mau lihat.” “Nanti.” Cinta beralih pada sebuah kotak putih yang juga sudah ia keluarkan dari paper bag. Dengan hati-hati, ia membukanya dan seketika matanya melebar, mulutnya pun ternganga takjub. Di dalam kotak itu, satu set perhiasan terpajang begitu indah. Sepasang anting, kalung, gelang, hingga cincin dengan desain yang senada dan tampak begitu mewah. “Apa nggak berlebihan kalau aku pake ini semua?” tanya Cinta tanpa melepas pandang pada perhiasan tersebut. “Nggaklah.” Bias duduk di samping Cinta. “Cia kalau ada acara penting juga make perhiasan yang begini.” “Ohh.” Cinta menutup kembali kotak perhiasan tersebut dengan kasar. Meletakkannya di nakas. “Cia …” Bias terkekeh. Sepertinya, ia sudah salah bicara ketika melihat senyum di wajah Cinta memudar. “Aku cuma–”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD