56~BC-2

875 Words

“Kenapa pintunya dikunci?” protes Bias lalu berdecak. “Biar kamu nggak masuk,” jawab Cinta enteng lalu duduk di kursi meja rias, “aku mau mandi cepet. Kalau sama kamu, kan, lama. Banyak maunya!” “Kamunya juga mau.” Bias kemudian duduk di tepi tempat tidur. Menarik kursi yang diduduki Cinta mendekat. Setelahnya, Bias menarik lengan Cinta agar berpindah ke pangkuannya. “Aku sudah mandi!” Cinta menahan wajah Bias yang hendak menciumnya. Bias menyingkirkan tangan Cinta dengan segera. “Apa peduliku.” Detik selanjutnya, Bias menghempas tubuh Cinta ke tempat tidur dengan satu gerakan cepat. Memerangkap tubuh istrinya, dengan mengunci kedua lengan Cinta di atas kepala. “Bias! Nggak denger aku bilang tadi, aku sudah mandi.” “Ya mau gimana lagi, pas aku pengen kamu malah ngunci kamar mandi.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD