“Dan Papa nggak pernah mikir, bagaimana stresnya Cinta diperlakukan berbeda waktu masih seumuran Farhan?” “Hei!” Intonasi Kiano meninggi seketika, “apa kamu lupa, kalau kamu juga termasuk salah satu orang yang membuat Cinta seperti ini? Jadi, jangan memojokkan Papa tentang masalah itu, karena kamu juga ikut menjauhi Cinta.” Altaf menarik napas besar dan menahannya sesaat. Dadanya selalu saja sesak, ketika mengingat banyak hal yang pernah ia lakukan pada Cinta dahulu kala. Ia selalu berada di pihak Ciara dan tidak pernah memedulikan pembelaan Cinta. “Aku tau.” Altaf mengangguk tidak membantah. “Walau sampe sekarang aku nggak tau, siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus Cinta sama Cia, tapi aku sadar, kalau sikapku, sikap kita semua sama Cinta sudah keterlaluan. Dan sekarang, ak

