64~BC-2

768 Words

Jangan-jangan, hormon kehamilan sudah mengubah singa galaknya menjadi kucing kecil yang manja. “Kalau tiap hari kecapekan, sepertinya kamu harus di rumah aja. Istirahat.” “Nanti dipertimbangkan.” Bias kembali dibuat bingung, ketika tangan Cinta lebih dulu memeluk tubuhnya. “Tapi, Cin, aku penasaran dengan usulmu yang tadi nggak dilanjut.” “Ohh, itu.” Cinta sedikit bergeser ke atas, hingga kedua matanya tepat berada di hadapan bibir Bias. “Kan, udah kubilang nggak usah.” “Paling nggak kasih tau aku dulu.” Bias mengecup dahi Cinta. “Hmm …” Mata Cinta yang mulai berat itu, lantas menutup dan berujar, “cari … orang pengganti buat mancing.” Bias menatap Cinta yang sudah menutup mata. Wajah galak itu benar-benar manis jika sudah diam seperti ini. Perlahan, Bias pun ikut menutup mata dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD