65~BC-2

894 Words

Altaf mengangguk. “Aku aja taunya dari Bias, bukan dari Cinta.” “Anak itu.” Kiano hanya bisa geleng-geleng. Dari ucapan Altaf barusan, sepertinya hubungan Cinta dan kakaknya belum terlalu dekat. Mungkin, Cinta memperlakukan Altaf sama sepertinya. Cinta hanya bisa bicara baik dan sopan, ketika membahas pekerjaan. Selebihnya, tidak! “Jangan kasih dia banyak kerjaan,” titah Kiano menunjuk Altaf, “yang ringan-ringan aja. Juga, jangan sampe dia kecapean atau stres di kantor.” Altaf tahu benar, posisi Kiano sebenarnya hampir sama dengan dirinya di mata Cinta. Namun, situasi yang dihadapi papanya lebih kompleks lagi karena melibatkan pengkhianatan di dalamnya. Karena itulah, Cinta masih memendam sakit yang teramat sangat dan masih susah memaafkan Kiano. “Aku sudah kurangi beban kerjanya,” uj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD