66~BC-2

757 Words

Wajah kusut Bias langsung semringah. “Ayo kalau gitu! Aku sudah selesai!” ~~~~~~~~~~~~~~ “Cinta, kalau capek, istirahatlah di rumah,” ujar Kiano. Saat memasuki ruangan Altaf, ia melihat Cinta tengah berbaring di sofa panjang. Terlihat lelah, “kamu bisa pulang sekarang.” Cinta membuka mata, menatap malas pada Kiano. Tadinya, ia mengira yang masuk ke dalam ruang adalah Altaf, ternyata bukan. “Altaf lagi di keuangan,” ucap Cinta lalu menunjuk pintu ruangan yang sedikit terbuka, “kalau keluar, tolong tutup lagi pintunya.” “Cinta …” Bukannya keluar, Kiano justru duduk di kursi kerja Cinta yang bersebelahan dengan sofa. “Please, kasih Papa kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Papa salah dan Papa minta maaf.” Cinta berbaring miring, menatap punggung sofa. “Aku mau tidur sebentar, silakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD