67~BC-2

780 Words

“Ohh … itu, Cinta,” jawab Ranu tetap santai, “Dia mau majuin jadwal ke mall, soalnya sore mau diajak mama mertuanya jalan.” “Kalian mau ke mall? Kenapa baru ngomong?” “Maaf, aku lupa,” ujar Ranu memasang tampang serba salah. “Ke mall mana? Dan mau ngapain di sana?” Ranu mengusap tengkuknya, sambil menyebut nama mall yang akan ia datangi dengan Cinta. “Kami mau nyalon dan besok dia yang jemput, kok. Jam sembilan.” “Pulangnya biar aku yang jemput,” ujar Altaf memasang wajah tegas, seolah tidak bisa dibantah, “jadi kabari aku, ngerti?” Ranu menunduk dan mengangguk. “Iya, Mas, ngerti.” ~~~~~~~~~~~~~~ “Bias!” Cinta menghampiri sang suami dengan cepat lalu memukul lengannya. “Sudah kubilang jangan makan di kasur!” “Sudah kubilang panggil MAS!” Terkadang, ingin rasanya Bias membalas pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD