“MAS!” Briana menjerit. Menghabiskan jarak lalu berlutut di kaki Kiano. Memegang kedua kaki pria itu. “Ini fitnah! Aku difitnah! Ini … ini pasti rencana Cinta. Dari dulu dia memang nggak suka–” “TANTE!” bentak Altaf semakin muak dengan drama yang dimainkan Briana. “Berhenti bawa-bawa nama Cinta! Semua bukti jelas-jelas nunjukin siapa dalangnya.” Altaf membawa tubuh Kiano menjauh dari Briana. Tatapan papanya kosong, seperti kehilangan arah. Napas papanya berat, bahunya naik turun, sementara tangannya mengepal tapi gemetar tidak terkendali. “Rumah ini sudah dijaga sampai surat penangkapan keluar,” ujar Altaf. “Nggak ada satu pun orang yang bisa keluar dari sini, kecuali aku yang bawa. Jadi, silakan nikmati malam terakhir Tante di rumah ini sendirian, karena aku akan bawa papa dan Farhan k

