Sebenarnya, apa yang membuat Ranu bisa sebucin itu pada Altaf? Tidak hanya Ranu, bahkan, Dinda pun pernah mengidolakan Altaf selama bertahun-tahun sampai akhirnya gadis itu menyerah. “Pulang,” jawab Altaf singkat. “Pulang ke mana?” Tatapan Cinta menyipit, ketika mereka berhenti di depan mobil Bias. “Ke rumah Ranu,” jawab Altaf juga menyipit tajam saat menatap Cinta. Ia mengerti betul, apa yang sedang dipikirkan oleh adiknya itu, “memang mau ke mana lagi.” “Mana aku tau,” balas Cinta cuek, tetapi satu sudut bibirnya tertarik tipis “Aku cuma boleh jalan sampe jam 11 malam,” timpal Ranu memberi informasi, “itu pun karena sama mas Altaf. Kalau sama yang lain, jam 10 aku sudah harus sampe rumah. Kalau nggak, mama pasti langsung nelpon mas Raksa.” Senyum Cinta semakin tersemat lebar penuh

