84~BC-2

919 Words

“Tante Briana, teman SMA mama?” Altaf tetap akan membahasnya meski Kiano mengelaknya. Langkah Kiano terhenti. Ia terdiam membelakangi Altaf dan menelan ludah. “Aku sudah cek, mereka berdua memang satu sekolah,” lanjut Altaf beranjak menghampiri Kiano. Berhenti di hadapan sang papa, “yang semakin menarik adalah, Papa ternyata satu kampus dan satu jurusan sama tante Briana. Dia … adek tingkat Papa.” “Ini semua bukan urusanmu,” Kiano menepuk d**a Altaf sedikit keras, “biarkan masa lalu ada di tempatnya, karena nggak ada yang bisa kita ubah dari sana.” “Aku–” “Cukup!” seru Kiano dengan intonasi yang mendadak tinggi. “Kita nggak akan lagi bahas masa lalu, karena semua sudah berlalu. Titik!” ~~~~~~~~~~~~~ “Dua minggu lagi sidang pertama kasus Briana,” ucap Danuar usai makan malam. “Kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD