“Dan satu lagi.” Altaf kembali menghabiskan jarak. Menekan bahu Ciara dengan telunjuknya. “Juga jaga sikapmu dengan Cinta! Aku mau kamu minta maaf atas semua yang pernah kamu lakukan sama dia.” Ciara menunduk, tidak berani menatap Altaf. Kedua tangannya yang mulai dingin pun saling meremas di depan tubuh. “Aku … aku nggak–” “Berhenti merengek, menangis, dan playing victim!” putus Altaf. “Jadilah contoh buat Farhan! Cukup orang tuanya yang rusak, tapi jangan sampai kita juga ikut rusak! Bisa omonganku ini dimengerti?” “Bisa … Mas.” Ciara mengangguk, tetapi masih menunduk. “Ingat, kamu masih punya utang maaf ke Cinta.” “Mas, aku–” “Aku nggak akan bahas semua pertengkaran kalian di masa lalu, karena aku nggak tau mana yang benar dan mana yang salah.” Altaf kembali memutus ucapan Ciara.

