Hari-hari setelah keputusan dewan terasa bergerak cepat. Audit independen mulai berjalan, dan suasana kantor berubah drastis. Tidak ada lagi obrolan santai di lorong, tidak ada tawa berlebihan di ruang rapat. Semua orang bekerja lebih hati-hati, seolah satu kesalahan kecil bisa langsung menyeret mereka ke masalah besar. Nina justru merasa lebih tenang. Rutinitasnya kini jelas: rapat pagi dengan tim audit, siang mengecek progres proyek, sore berdiskusi dengan Tomi mengenai langkah berikutnya. Untuk pertama kalinya sejak lama, ia merasa pekerjaannya tidak dikendalikan orang lain. “Bu Nina,” ujar Tomi suatu sore sambil menyerahkan laporan cetak, “audit sementara menemukan aliran dana yang tidak tercatat ke rekening pihak ketiga. Nama perusahaan cangkangnya berbeda-beda, tapi polanya sama.”

