Bab 28

849 Words

Nina tidak langsung menjawab. Ia menatap meja kerjanya, seolah kayu dan kaca di hadapannya menyimpan keberanian yang perlu ia kumpulkan kembali. Kata-kata Dira barusan masih berputar di kepalanya, saling bertabrakan dengan ingatan lama yang selama ini ia kubur rapi. Perlahan, ia mengangkat wajahnya. “Kamu sadar nggak,” ucap Nina akhirnya, suaranya tenang tapi mengandung getar halus, “kalau apa yang kamu bilang barusan bisa menghancurkan banyak orang?” Dira mengangguk. “Aku sadar. Tapi diam juga sudah menghancurkanmu selama ini.” Kalimat itu menusuk tepat di titik yang paling Nina lindungi. Ia menarik napas panjang, lalu berdiri dan berjalan ke jendela lagi. Kali ini, ia tidak benar-benar melihat jalanan di bawah sana. Yang ia lihat adalah dirinya sendiri tiga tahun lalu—lebih muda, lebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD