Bab 32 - Melanjutkan Pencarian

1099 Words

Auora terbangun perlahan dari tidurnya. Cahaya pagi yang menembus tirai membuat matanya terasa berat. Sementara tubuhnya masih diselimuti rasa lemas yang sulit dijelaskan. Di kepalanya, berbagai pikiran berputar tanpa arah. Tentang tugas yang belum selesai, tentang masa depan yang terasa kabur, dan tentang dirinya sendiri yang seolah kehilangan semangat semenjak obat dari Dokter psikiaternya hilang. Ia duduk di tepi ranjang, menatap kosong ke lantai. Mencoba mengatur napas agar sedikit tenang. Ia menarik napas panjang, menatap ponselnya yang penuh notifikasi belum dibuka. Baru saja ponselnya terbuka, sudah terdapat telepon masuk dari sahabatnya, Gresa. “Hah? Ngapain Gresa pagi-pagi gini udah telepon gue aja?” ucap Aurora sendirian sambil bergerutu. ”Halo, kenapa? Pagi-pagi gini udah tel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD