Kotak kaca berisi jantung Widari jatuh ke lantai batu. Awalnya Lyra mengira kotak kaca itu akan langsung pecah, tapi tidak. Kotak kaca itu hanya retak sedikit. Darah yang berada di dalam kotak kaca sedikit merembes keluar. Sedangkan jantung itu tampak baik-baik saja, masih berdetak seperti sedia kala. “Apa yang kamu lakukan!” teriak Dewangga seraya berderap mendekat ke arah kotak kaca berisi jantung Widari. Lyra yang tidak ingin membuang kesempatan emasnya untuk membunuh Widari sontak bergegas mengambil batu yang tadi dilihatnya. Lyra segera memukulkan batu itu ke retakan kotak kaca, berharap kotak kaca itu segera pecah. Namun, tidak. Kotak kaca itu cukup tebal, tidak mudah pecah. “Pecah lah berengsek!” maki Lyra masih terus memukul-mukulkan batu yang ada di tangannya ke arah kotak kac

