Bab 47. Ari Ingin Pisah

1523 Words

Ari bekerja dengan tak konsentrasi sore itu. Ia bahkan tak membawa ponsel dan laptopnya karena ia tadi berangkat dari rumah sakit dan meninggalkan semuanya di rumah. Beruntung ia mengantongi dompetnya. "Apa ini Pak Ikhsan, Bu?" Pertanyaan Gina memecah lamunan Ari. Ia mengalihkan tatapannya pada Gina yang duduk di sebelahnya di meja meeting. "Ikhsan?" Ari melirik ponsel Gina. Gina mengangguk. Ia meletakkan ponselnya di meja. "Selalu ada hate comment di akun Polaris. Dari beberapa akun dan ... akhirnya banyak netizen dan pelanggan yang tahu soal plagiat Sonar Bag itu." Ari menatap Gina tak percaya. Yah, ia tahu kasus itu tidak berakhir dengan baik. "Polaris mulai mendapatkan pandangan negatif sejak beberapa bulan lalu dan kabarnya mereka akan bangkrut," ujar Gina lagi. "Karena komen-k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD