"Ana, tenanglah, aku akan menyelesaikan masalah ini." Frans merengkuh tubuhnya. Menenangkan wanita itu agar tidak histeris. Biasanya Joana selalu tenang, baru pertama kalinya Frans melihat wanita itu meledakkan amarahnya. "Iya aku akan tenang, sambil menatap dirimu sebentar lagi menikahi wanita lain." Serunya sambil mendorong punggung pria tersebut agar segera keluar dari dalam kamarnya. Tak lama kemudian terdengar suara ribut di luar, tepatnya di rumah bordir depan. Ronal, terhenyak dari kursinya. Pria tersebut segera berlari keluar dari dalam rumah. Di susul Frans dan Joana. Para pengawal sebagian sudah mendahului mereka bertiga. "Tolong tuan, saya tidak tahu. Pria ini tiba-tiba pingsan. Dan meninggal dunia." Ujar Madam dengan wajah cemas. Frans maju selangkah bersiap untuk memer