Ch-64

1241 Words

Erland merasa tidak nyaman mendapatkan perlakuan seperti itu. Dia pria lajang namun tidak semudah itu segera tertarik dengan seorang wanita. Carnelia berkeras agar dia tetap tinggal di sisinya malam itu. "Maaf, aku harus segera pergi dari sini. Maafkan aku." Erland segera berdiri. Carnelia menatap punggungnya, perlahan menjauh dari pandangan matanya dan menghilang di balik daun pintu kamarnya. Erland tidak bisa memberikan harapan yang tidak ada kepastian. Dia ingat siapa dirinya di depan Walke! Satu-satunya pria yang berani mengungkapkan seluk-beluk sisi gelapnya! Dan kini putri kesayangannya nyaman tinggal bersama dirinya. Erland melangkah mantap menuju mobilnya. Carnelia terpaku membisu di sisi tempat tidurnya. Wanita tersebut masih ingat sorot mata tajam Erland. Tajam dan menawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD