Bab 18

1037 Words

Cahaya membersihkan makanan tersebut dalam keadaan menangis. Air matanya terus mengalir membasahi kedua pipinya. Sebelum membawa makanan itu ke sini ia sudah memastikan jika rasanya sudah pas, bahkan terasa cocok di lidahnya. Tapi kenapa rasanya tiba-tiba berubah? Cahaya yakin ada seseorang yang sengaja menambahkan garam ke makanannya. Tapi siapa? Namun sayangnya Cahaya tidak pernah berpikiran buruk pada siapapun. “Ya Allah, baru saja Cahaya ingin mengambil hati Kak Naufal, tapi kenapa semuanya jadi seperti ini?” lirihnya dengan suara bergetar Tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangan Naufal, sontak seseorang itu terkejut melihat Cahaya membersihkan lantai ruangan putranya. “Cahaya, apa yang kamu lakukan, nak?” tanya Arkana Cahaya mengalihkan pandangannya ke sumber suara. “Papa!” liri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD