Bab 14

1281 Words

Beberapa hari kemudian. Cahaya menghela nafas kasar. Entah sampai kapan Zaskiya tinggal bersamanya di atap yang sama. Ia sudah mulai lelah, bahkan rasanya sudah tidak sanggup untuk tetap bertahan di Apartemen ini. Setiap hari ia selalu melihat kemesraan suaminya dengan Zaskiya, mereka sama sekali tidak menghargai keberadaannya. “Ya Allah, harus berapa lama lagi Cahaya bersabar?” lirihnya Drtt.. drtt.. drtt Kirana is calling… Cahaya menoleh ketika mendengar suara ponselnya. Ia mengambil ponsel tersebut untuk melihat siapa yang menghubungi. “Mama!” lirihnya Cahaya menerima sambungan telepon tersebut. “Assalamualaikum, Mama!” salamnya “Waalaikumsalam.” “Kamu apa kabar, nak?” tanya Kirana “Alhamdulillah, Cahaya baik, Ma. Mama dan Papa bagaimana?” “Alhamdulillah, kami semua ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD