64

539 Words

Tangan Dimas yang nakal mulai turun menjalar ke bagian bawah inti milik Meta. Ya, bagian yang paling Dimas sukai. Rasanya empuk, kenyal dan memiliki wangi yang khas membuat ubi ungunya selalu tegak menegang dengan sempurna. "Argh ..." desah Meta lagi dengan lirih. Jari -jari Dimas pintar sekali bermain di area bawaah dan membuat semuanya terasa nikmat. Hanya saja, kepuasan itu belum Meta dapatkan sampai saat ini. Smeuanya masih membuat Meta penasaran. Tubuh Meta dingin dan masih basah. Tangannya spontaan mengalungkan ke bahu Dimas. Erat sekali. Meta takut, tubuhnya tak seimbang jika Dimas terus -terusan seperti ini membuat tubuhnya merinding dan menagih hebat. Rasa apa ini sebenarnya? Kenapa enak sekali. Denyutan di bagian bawah semakin terasa liar ingin menjerit. Ada rasa yang hampa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD