62

1123 Words

Ini masih awal, ada baiknya Dimas memilih diam dan mengurungkan niatnya serta hasratnya yang sejak tadi mulai mendidih. Sepertinya Meta masih labil. Banyak masalah yang datang tiba -tiba, termasuk soal Om Herman. Meta agak syok, saat tahu, Herman adalah Omnya Dimas. Untung saja, malam segera berlalu. Dimas masih bisa menahan dirinya dan memilih tidur dengan posisi yang sama seperti Meta. Ia juga membelakangi Meta. Walaupun ia merasa tak bisa seperti ini terus. *** Pagi sudah menjelang, Dimas bangun lebih dulu di bandingkan Meta. Dimas terduduk di tepi kasur, ia merasa hari ini menjadi berbeda dengan hari -hari sebelumnya. Ia menjadi orang asing di rumah ini. Semalaman, Dimas tidak begitu bisa tidur dengan nyenyak. Beberapa kali ia terbangun dan berusaha emmejamkan kedua matanya lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD