Bab 12. Cemburu Berujung Rindu

1546 Words

Mesin mobil mewah itu menderu halus, membelah jalanan Jakarta yang mulai padat oleh hiruk pikuk siang hari. Di dalam kabin yang kedap suara, suasana terasa sangat kontras dengan ketegangan di meja makan tadi. Vanya menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk, matanya menatap keluar jendela, namun pikirannya tertinggal di bibir Bumi. Jantungnya masih berdegup tidak beraturan, namun bukan karena penyakitnya, tapi karena sisa adrenalin dari ciuman Bumi di depan papanya tadi. Ada rasa hangat yang menjalar di perutnya setiap kali ia mengingat bagaimana Bumi menarik pinggangnya dengan posesif. Seumur hidupnya, Vanya terbiasa memerintah dan mengatur, namun tadi... untuk sesaat, ia merasa sangat senang saat ditarik ke dalam d******i pria itu. Diam-diam, dari sudut matanya, Vanya memperhatik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD