Jerat 15

2000 Words
"Egi, Shela, kalian disini?" tanya Sean dengan nada yang sedikit terbata , karena merasa tidak menyangka kalau dua manusia yang ada di meja yang menjadi petunjuk Devina itu benar-benar salah, tunangannya, dan Egi asistennya yang diberi tugas untuk bertemu dengan kliennya, Justru malah bertemu dengan tunangannya, dan ini sungguh di luar prediksi Sean, tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika mereka akan bertemu tepat di depan matanya langsung. tidak hanya Sean yang merasa tidak menyangka salah Dan juga Egi merasa tidak menyangka juga kalau pertemuan mereka akan diketahui oleh Sean. " Kenapa Kak Sean ada di sini, ini kan waktunya jam kerja? " tanya Shella yang pertanyaan Shela kali ini dijawab oleh Devina, dimana pertanyaan saya ini ditujukan kepada Sean, tapi yang memberi jawaban adalah Devina. " Justru karena ini waktunya jam kerja, Sean datang ke tempat ini karena urusan pekerjaan . yang seharusnya pertanyaan itu diajukan, itu dari kami buat kamu . Untuk apa kamu ada di sini, Bukankah ini masih Waktunya jam kuliah, dan Apa maksud pertemuanmu dengan asisten tunanganmu sendiri? "tanya Devina dengan nada yang terdengar begitu sangat tegas, terlihat sangat jelas kalau Devina begitu sangat serius, hingga Shella langsung menghapus keringat dinginnya yang sudah membenciri wajah cantiknya. " tuan, Sebenarnya saya datang ke sini memang untuk bertemu dengan klien kita, hanya saja pada saat aku ingin masuk ke restoran ini Nona Shella jadi korban kejaran seorang preman, hingga saya terpaksa menolong Nona Shela terlebih dahulu . Saya memilih menolong Nona Shela karena saya yakin anda tidak akan marah , karena pilihan yang saya ambil sudah benar, dan menurut saya juga, Anda akan bangga pada saya karena saya telah menolong tunangan Anda. dan Posisi saya berada di tempat ini tanpa klien kita, itu karena saya berusaha untuk menenangkan atau mencoba untuk meredakan Rasa trauma yang dialami oleh nona Shela, "ujar Egi mencoba untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Sean, agar Sean tidak salah paham, dan Devina yang mendengar jawaban Egi langsung menganggukkan kepalanya pelan, lalu meminta Sean untuk percaya pada alasan Egi. "Sean, percayalah kamu pada asistenmu ini jika menurutmu itu alasan yang benar atau dianggap jujur. tapi kamu boleh mengambil tindakan jika kamu merasa ragu akan alasan dia. "ujar Devina sambil menunjuk wajah Egi dengan penuh ketegasan. " maksud Mama apa? Mama tidak sedang berusaha untuk membuat hati Kak Sean semakin panas kan, tidak sedang berusaha untuk menghancurkan hubungan aku dengan Kak Sean kan mah. "ujar Shella yang membuat Devina langsung menatap salah dengan tatapan tajamnya. " Apa yang kamu lakukan di sini Kenapa kamu berkeliaran di sini, bukankah Seharusnya kamu ada di kampus? Shela, tidak seharusnya kamu berkeliaran seperti ini, karena apa yang kamu lakukan di sini sudah menyakiti hati seorang pria yang begitu sangat baik padamu. Sudah berapa kali mama katakan, kamu tidak pantas menyakiti hati Sean. " ujar Devina dengan penuh ketegasan, dan Shela yang mendengar kata-kata Devina berulang kali mencoba untuk menenangkan hati Sean yang sudah diyakini oleh Shela kalau hati Sean kali ini benar-benar sangat panas. " Kak Sean, Percayalah, aku benar-benar tidak menghianati Kak Sean. apa yang dikatakan oleh Kak Egi itu benar adanya, dia benar-benar menolongku, dan aku yang meminta Kak Egi untuk menemaniku di sini karena aku masih merasa ketakutan. " ujar Shella masih berusaha untuk mencoba membela diri. Sean benar-benar bingung, Apakah ia harus percaya dengan kata-kata Shella yang terlihat begitu sangat ketakutan, atau ia harus mempercayai Devina, di mana Devina seperti berusaha untuk menyadarkan Sean, seperti berusaha untuk menghancurkan hubungan dengan Shella, namun Sean tidak akan sepenuhnya menganggap kalau Devina berusaha untuk menghancurkan hubungannya dengan Shella. Sean benar-benar bingung Apakah ia harus percaya pada Shela atau percaya dengan Devina, dimana Sebenarnya apa yang ditunjukkan oleh Devina itu memang benar apa adanya, dan secara logika tidak mungkin juga kalau kebersamaan mereka bukanlah suatu kebetulan yang terdapat di rencanakan .tapi di sisi lain juga tidak bisa untuk tidak percaya pada Shela, setelah mendengar penjelasan dari Egi kalau Shella hampir saja celaka karena ada bahaya. " itu Alasannya karena Shella hampir saja celaka kan. kalau seandainya Shela mati, kamu tetap tidak akan menghubungi Tuanmu ini? kamu akan mengubur Shela sendirian dan tidak memberi tahu orang lain? kamu tahu ada bahaya pada Shela, tapi kamu lebih memilih menemani dia, tidak memberitahu baik itu aku sebagai Mama Shela atau Sean sebagai tunangannya. "ujar Devina panjang lebar, yang membuat Egi dan juga saya langsung mengunci bibirnya aku mah karena merasa tidak sanggup untuk menanggapi kalimat definisi yang begitu sangat masuk akal, dan bahkan sehat membenarkan kata-kata Devina. melihat Egi dan juga Shela yang langsung terbungkam, Devina langsung kembali membuka suaranya. " urusanku Masih banyak, kalau kamu mau tetap di sini atau menemui kleinmu, aku mau kembali ke kantor. aku nggak tahu, kamu mau balik ke kantor mu atau tetap disini, terserah kamu juga. " ujar Devina yang langsung membalikkan badannya untuk segera pergi, dan Sean yang mengerti apa maksud kalimat Devina yang secara tidak langsung meminta dirinya untuk segera pulang. "mah, Kak Sean, kejadian yang benar-benar sangat tiba-tiba, aku benar-benar tidak sempat untuk menghubungi kalian," kata Shela yang masih berusaha untuk mencoba membela diri. "yang menghubungi aku ataupun mama kamu itu adalah Egi, tidak seharusnya kamu, karena aku juga tahu kalau kamu pasti masih merasa takut. di sini yang menenangkan kamu itu ada Egi, harusnya Egi punya kesempatan untuk memberitahuku atau memberitahu Mama kamu." ujar Sean dengan penuh ketegasan yang menunjukkan sikap kalau dirinya berpihak atau membenarkan kata Devina, membenarkan setiap kalimat yang keluar dari Devina, karena menurut Sean, apa yang dikatakan oleh Devina itu memang benar. Egi yang merasa terpojokan sendiri, merasa disalahkan sendiri di sana, Egi mengalah dan memilih untuk meminta maaf kepada Sean ataupun Devina. " mungkin di sini memang aku yang bersalah, dan benar apa yang dikatakan oleh Tuan kalau di sini harusnya saya bisa menghubungi salah satu diantara Tuan Sean ataupun nyonya Devina. tapi saya tidak sempat memberitahu diantara Tuan dan juga Nyonya, itu karena saya masih merasa khawatir pada Nona Shela sampai saya tidak terpikirkan untuk menghubungi kalian dan saya pikir menenangkan Nona Shela lebih dulu itu jauh lebih penting, karena Saya takut mental Nona Shela terganggu . "ujar Egi yang masih melakukan percobaan untuk membela diri, dan Devina yang mendengarnya langsung menganggukkan kepalanya pelan beserta senyuman misteriusnya. " Wah, sejauh itu ya kamu memikirkan anak saya, sampai mentalnya juga dipikirkan karena habis dikejar preman . kalau begitu aku mau berterima kasih padamu, terimakasih banyak karena kamu sudah mau peduli dengan anakku. "ujar Devina mengucapkan kata terima kasihnya pada Egi, yang entah kenapa di telinga Sean ucapan terima kasih itu bukan murni karena Devina benar-benar sangat berterima kasih pada Egi, tapi lebih menunjukkan ke sebuah ejekan . Sean memilih diam saja Bahkan saat Devina berpamitan untuk pergi, Sean juga hanya diam saja membiarkan Devina pergi sendirian. " kalau begitu aku bisa pergi dengan tenang sekarang, dan tidak perlu memikirkan keselamatan anak saya lagi, karena saya yakin kamu bisa menjaga keselamatan anak saya, bahkan tidak hanya keselamatan anak saya, mentalnya juga bisa dijaga. jadi saya bisa bekerja dengan tenang untuk kedepannya. Shela, lain kali hati-hati di jalan, Apapun yang terjadi padamu, kamu tidak perlu merasa takut, karena di sini ada Egi yang akan menjagamu . mama pergi dulu, dan kedepannya kamu sudah punya perlindungan dari Egi kamu bisa kuliah dengan benar. "ujar Devina sebelum pergi ia memberi peringatan pada Shella yang ternyata kali ini Shela tidak mengerti Kalau sebenarnya Devina meminta Shela untuk kuliah dengan benar itu bukan sebuah peringatan biasa tapi peringatan yang lebih memberi artian kalau Devina meminta Shella kuliah dengan benar agar Shela tidak terlalu memikirkan soal kesenangan. sayangnya Shela tidak peka, tidak mengerti kata-kata Devina, hingga Shela mengangguk kan kepalanya sebagai bentuk jawaban, kalau dirinya akan kuliah dengan benar karena Devina percaya kalau Egi benar-benar bisa menjaga keselamatan dirinya. "Kak Sean, aku benar-benar tidak ada hubungan apapun dengan Kak Egi . " Kata Sheila yang tengah perlahan iya Mencoba untuk menggenggam tangan Sean, namun dengan cepat Sean mengangkat tangannya, meminta agar Shela tidak perlu menyentuh dirinya. " Baiklah . Aku percaya. lain kali Apapun yang terjadi dengan mu, kamu bisa menghubungiku . Dan kamu juga Egi jika kejadian seperti ini lagi ke depannya, kamu bisa menghubungiku, atau bisa meminta pengawal untuk menghubungi ku kalau memang kamu tidak sempat, biar pekerjaan juga tidak terabaikan seperti ini sampai saya yang harus turun tangan sendiri. "ujar Sean dengan penuh ketegasan pada Egi. " baik Tuan Sean. saya mohon maaf karena saya sempat menganggap kalau tindakan saya sudah benar, tapi ternyata 100% salah bagi anda . sekali lagi saya minta maaf. "ujar Egi dengan penuh penyesalan dan terlihat seperti orang yang sangat sungguh-sungguh untuk minta maaf pada Sean, hingga Sean tidak lagi berkata apa-apa. " sekarang kamu bisa menemui klien kita, dan kamu Shella, biar kamu diantar sopirku untuk kembali ke kampus mu, karena aku benar-benar sibuk di kantor." ujar Sean memberi keputusan pada Sheila dan juga Egi, meminta agar shella kembali ke kampus dan Egi kembali fokus pada bekerjanya . sebenarnya Shela sangat kecewa karena Sean tidak bisa mengantar dirinya ke kampus, dan malah menyuruh sopirnya yang mengantar dirinya ke kampus. tapi karena Sheila masih tahu dengan suasananya saat ini, di mana mungkin saja hati Sean masih diselimuti oleh amarah, jadi Sheila lebih memilih nurut Pada Sean untuk diantar ke kampus oleh supir Sean, meski harapan Sheila, Sean sendiri yang akan mengantar dirinya, tapi Shela tidak protes karena Sean menyuruh supirnya untuk mengantar dirinya. "Kak Sean percaya kan sama aku, karena aku benar-benar sangat mencintai Kak Sean. Kak Sean, aku tidak mungkin menghianati kasihan, menghianati orang yang teramat begitu sangat cintai. " kata Shela ingin memastikan terlebih dahulu Kalau sehat masih mempercayai dirinya sebelum dirinya kembali ke kampus. " Iya aku percaya . yasudah , sekarang kamu kembali ke kampus, tidak perlu banyak drama lagi. " ujar Sean memberitahu Shela kalau dirinya percaya pada Shela, namun nada yang terdengar di telinga Shela terkesan begitu sangat dingin, yang artinya Shela menganggap kalau Sean terpaksa percaya terhadap dirinya. Sean langsung pergi begitu saja setelah memberi perintah pada selang untuk kembali ke kampus, dan bahkan saya tidak berpamitan pada Egi yang langsung pergi begitu saja dengan sikap dinginnya. " Aku tidak mau percaya pada tante Devina, tapi kenapa semua apa yang aku lihat, dan semua apa yang aku dengar dari Tante Devina kok mas serta alasan dari kayak kita juga Sheila, Entah kenapa hatiku begitu terdorong untuk percaya pada tante Devina kalau diantara Sheila dan juga Egi bukanlah pertemuan yang tidak disengaja . " gumam Sean dengan nada yang terdengar sangat kebingungan, bingung ia harus percaya pada Sela atau pada tante Devina, di mana Kalau diminta untuk mengikuti kata hatinya, Sean begitu sangat yakin percaya pada Devina, tapi Sean selalu berusaha untuk menepis agar ia bisa percaya pada Sela, dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Devina yang artinya ASEAN berusaha melarang hatinya untuk percaya pada Devina. karena Sean sudah pergi, akhirnya supir Sean langsung mendekati Shela , meminta Sheila untuk segera masuk ke dalam mobilnya karena sopir tersebut akan segera mengantar Shela, lalu kembali ke kantor Sean. Shela pun memilih ikut dengan supir Sean, demi mencari aman, karena jika dirinya membentak atau menunggu waktu yang lebih lama lagi, sudah pasti Sopir saya akan melaporkan Pada Saiyan kalau dirinya masih belum kembali ke kampusnya. Egi langsung menemui klien sayang namun hanya sebentar saja komandan setelah itu Egi buru-buru pergi yang ternyata Egi menuju ke kampus Sheila. sesampainya di kampus Shela, ternyata Shela baru saja turun dari mobil. dengan cepat Egi menghentikan mobilnya dengan jarak yang cukup jauh dari supir Sean agar tidak disadari oleh supir mengenai keberadaannya. Egi baru mendekati Shela setelah melihat mobil supir Sean sudah pergi cukup jauh. Egi yang melihat Shela hampir masuk ke kampusnya, langsung berlari mendekati Shela, dan menarik Shela menjauh dari kampusnya. "ngapain kesini? cari masalah?" tanya Shela setelah mereka ada di belakang gedung kampus. "sekarang aku tidak merasa aman. aku pringati, jika mama kamu berulah dan membuat tuan Sean tidak percaya sama aku, aku akan membunuh mama kamu, karena aku menganggap kalau mama kamu adalah suatu yang menjadi halangan jalan hidupku kedepannya menuju kesenangan...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD