Jerat 12

1624 Words
"hubungan nyaman seperti apa yang kalian jalani sampai aku tidak boleh mengetahui tentang hubungan kalian? " tanya Shela tepat di belakang Sean, hingga membuat Sean langsung membalikkan badannya karena terkejut. Sungguh luar biasa rasa terkejut yang dirasakan oleh Sean saat ini, karena saat Sean masuk ke dalam rumah Devina, Sean tidak melihat ada tanda-tanda keberadaan Sean di rumah tersebut atau tidak ada tanda-tanda tentang kepulangan Shela. "Shel-shela, kamu pulang? Kapan kamu pulang ? Sejak kapan kamu ada di sini? Kenapa tidak memberitahu ku kalau kamu sudah pulang? "berbagai macam pertanyaan Sean lontarkan, dan itu tanpa Sean sadari, setiap pertanyaan yang keluar dari bibirnya itu keluar secara reflek saja, itu karena Sean masih dalam suasana terkejut atas keberadaan Shela di rumah Devina. Devina melihat dengan begitu jelas kalau Sean begitu sangat khawatir, takut Shela akan mengetahui tentang hubungan yang dijalani oleh mereka di belakang Shela, hingga membuat Devina dengan perlahan melepaskan tangan Sean yang sejak tadi ia genggan untuk di ajak masuk ke dalam kamarnya. "Sean, terimakasih sudah mau merawat tante selama Shela tidak ada di rumah. Sekarang kamu boleh pergi. kamu tidak perlu khawatir soal Shella, aku berjanji semua yang menjadi urusanku akan terselesaikan dengan baik. kamu juga tidak perlu takut Shela akan memutuskan hubungan kalian karena tante yang akan mengaturnya. kalau memang Shela memutuskan hubungan atau mengakhiri hubungan kalian hanya karena kamu menolong tante, akan lebih baik tante mati karena tante tidak akan bisa seperti ini jika tanpa bantuanmu. jadi karena tante tahu Shela itu anak baik, dan akan nurut dengan setiap kata-kata Tante, semuanya pasti akan baik-baik saja, jadi kalau Tante sudah memastikan hubungan kalian baik-baik saja, itu pasti akan baik-baik saja. Jadi sekarang kamu pulang tanpa harus membawa beban atau rasa takut akan ditinggalkan oleh Shella. "ujar Devina panjang lebar, dengan penuh ketegasan meminta Sean untuk pulang, dan terlihat sangat jelas Devina seperti orang yang begitu sangat jujur, hingga dengan perlahan Sean keluar dari kamar Devina dan berpamitan pada Shela kalau ia akan pulang, bahkan dengan tanpa ragu Sean mengatakan kalau ia akan menunggu kabar dari Shella setelah ia sampai di rumahnya. Sean yakin Devina bisa mengatasi masalah yang terjadi di malam itu, dan bisa membuat Shela percaya kalau Devina bisa mendinginkan hati Shela, dan membuat Shela percaya kalau diantara dirinya dengan calon mama mertuanya tidak menjalani hubungan apapun di belakang Shela. "Shela, mama Minta, segeralah hubungi Sean, dan minta maaf pada Sean, karena sikap mu tadi secara tidak langsung menunjukkan sikap tuduhan, menuduh Sean yang tidak-tidak. mama merasa malu pada Sean kalau kamu tidak mau minta maaf pada dia, karena selama kamu pergi, mama benar-benar sudah merepotkan dia untuk merawat mama, baik itu di rumah, maupun di rumah sakit, Sean dengan penuh kesabaran bahkan dengan penuh perhatian seperti ibunya sendiri ia merawat mama. jangan buat mama kecewa karena kamu lebih memelihara ego kamu. Sean itu pria yang baik, dan tidak pantas kamu sakiti hanya karena masalah kecil. " ujar Devina panjang lebar, memberi saran dan mencoba menyadarkan Shela agar Shela mau meminta maaf pada Sean, hingga hati Shela benar-benar terenyuh mendengar penjelasan dari sang mama, Devina. "jadi mama sempat di rawat di rumah sakit? bagaimana kondisi mama sekarang, udah mendingan atau bagaimana, " tanya Shela dengan panik nya saat Mendengar penjelasan dari Devina kalau Devina sempat dirawat di rumah sakit dan ditemani oleh Sean. tanpa menjawab pertanyaan dari Shela, Devina mengambil tasnya yang sempat diletak kan di atas nakas tadi, dan membuka tasnya, lalu mengambil sebuah kertas putih yang ada coretan Pena di sana, lalu menyerahkan kertas putih tersebut pada Shela, yang dengan cepat Shella mengambil kertas putih tersebut dari tangan Devina. betapa terkejutnya Shella saat membaca isi dari kertas yang diberikan oleh Devina tadi, di mana di kertas itu menjelaskan Seperti apa Kondisi Devina saat ini. dengan cepat Shella memeluk Devina dengan begitu sangat eratnya, bahkan sampai menangis sambil memeluk Devina, setelah ia membaca hasil dari pemeriksaan Devina di rumah sakit. "aku minta maaf. maafkan aku karena aku sempat menaruh curiga sama mama. sempat berpikir yang negatif. aku tidak tau kalau kondisi mama separag ini. aku minta maaf. " lirih Shela pelan, membuat Devina tersenyum misteri di balik pelukan Shela. "memang seharusnya kamu curiga Shela. Kamu tidak salah curiga, karena faktanya aku memang ada main di belakangmu dengan tunanganmu. " gumam Devina dalam hati sambil memperlihatkan senyum penuh makna dibalik pelukan nya dengan Shela. "sekarang mama istirahat. pasti dokter menyarankan agar mama banyak istirahat, " kata Shela dengan raut wajah yang masih terlihat sangat khawatir pada Devina. "kamu tidak marah mama banyak minta bantuan Sean? " tanya Devina dengan nada yang terdengar cukup rendah. "sama sekali tidak Mah. nanti aku akan menghubungi Kak Sean untuk mengucapkan rasa Terima kasihku pada dia, " jawab Shela "tidak hanya sebatas kata terimakasih, tapi minta maaf juga. " kata Devina meminta agar Shela minta maaf pada Sean, padahal sudah jelas siapa yang salah dan siapa yang seharusnya mendapatkan kata maaf. "Baiklah. aku akan segera menghubungi Kak Sean. " kata Shela seraya menuntun Devina untuk duduk di tepi ranjang, lalu setelah itu, baru Shela keluar dari kamar Devina untuk menghubungi Sean sesuai dengan perintah Devina. "Bagus. sangat sempurna hasilnya. " lirih Devina pelan setelah melihat Shela keluar dan menutup pintu kamarnya. entah kenapa Devina setega itu, sekejam itu pada Shela. kenapa Devina tidak punya rasa kasihan sedikit saja pada Shela, dan kenapa tega membohongi atau menciptakan drama sampai sejauh itu, masih tidak ada yang tau apa tujuan Devina melakukan hal yang kejam pada Shela. merebut calon menantunya sendiri itu merupakan hal yang sangat kejam, tapi hal yang sangat enteng bagi seorang Devina. Devina tidak berhenti tersenyum karena ia tetap bisa menjalani hubungannya dengan saya di belakang Selatan Pak ada rasa beban, atau rasa takut, karena masalah Shela sudah ia atasi, dan sudah ia bereskan sesempurna mungkin. jadi malam itu, sekalipun ia kepergok berduaan dengan Sean di kamarnya, ia tidak akan merasa takut, karena sebelumnya, sudah Devina persiapkan, ia sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari jika suatu saat kepergok Shela secara tiba-tiba atau Shella pulang secara tak terduga, hingga ia tidak perlu bersusah payah untuk mencari alasan, atau mencoba untuk membela diri hingga sekalipun Shella pulang tanpa memberitahunya terlebih dahulu, Ia tetap merasa tenang . pantas saja, Devina terus mengatakan pada Sean kalau semuanya akan baik-baik saja, ternyata Devina sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari alasan apa dan kalimat apa yang akan ia ucapkan jika Shela tiba-tiba pulang . ternyata sesuai dengan dugaan Devina, dimana Shela memang benar-benar pulang secara tiba-tiba, dan beruntungnya Shella dengan begitu mudahnya percaya terhadap dirinya. dengan santainya Devina mengirim pesan pada Sean, dan bahkan terlihat seperti orang yang sedang bahagia mengirim pesan pada Sean kalau dirinya Tengah bahagia. " sayang, dalam hitungan mundur dari 3, Shela pasti akan menghubungimu, dan seperti yang sudah aku katakan, semuanya akan baik-baik saja. "begitulah isi pesan dari Devina, yang langsung dibuka oleh Sean, dan ternyata seperti yang sudah dikatakan oleh Devina melalui pesan singkatnya, dalam hitungan mundur, Shela memang menghubungi Sean. Sean langsung menerbitkan senyumnya, merasa tidak menyangka kalau Ternyata apa yang dikatakan oleh Devina selalu tepat ternyata Shella benar-benar menghubungi dirinya. "Kak Sean, sebelumnya aku mau minta maaf pada Kak Sean, karena aku sudah berprasangka buruk terhadap Kak Sean. tapi setelah itu aku benar-benar sangat mengucapkan terima kasih pada kak Sean, karena Kak Sean selalu ada buat aku dan ternyata tidak hanya selalu ada buat aku, Tapi selalu ada juga buat Mama. terima kasih sudah mau baik sama aku dan juga mama. "ujar Shella setelah panggilnya diterima oleh Sean, membuat Sean yang mendengar nya merasa bingung, tapi karena Sean langsung mengerti kalau semuanya itu tidak jauh-jauh dari rencana Devina, Akhirnya Sean hanya memberi satu kalimat sebagai bentuk tanggapan dari kata terima kasih Shella, yaitu hanya dengan kalimat IYA. setelah sedikit berbincang diantara keduanya, Shella mengajak Sean untuk bertemu, dengan alasan karena Shella merindukan Sean . tapi karena waktunya sudah larut, jadi Sean mengatakan pada Shela kalau ia akan menemuinya besok pagi . karena Shella memang selalu setuju dengan apa yang menjadi keputusan Sean, Shela pun langsung menyetujuinya, dan dengan perasaan Bahagia, seperti tidak terjadi sesuatu diantara mereka sebelumnya, panggilan pun di akhiri. ketiga manusia itu bisa tidur dengan nyenyak, Sean bisa tidur dengan nyenyak karena masalah yang sempat ia anggap sebagai masalah besar ternyata sudah terselesaikan dengan begitu mudahnya oleh Devina. sedangkan Shela, ia bisa tidur dengan nyenyak karena urusannya di perkemahan berjalan dengan lancar, serta apa yang ia sempat takutkan kalau Sean menghianati dirinya ternyata sama sekali tidak menghianati dirinya. sedangkan Devina ia merasa begitu sangat bahagia, tidak hanya merasa nyenyak di tidurnya, tapi ia juga merasa bermimpi sedang berada di surga dunianya, karena ia tetap bisa melanjutkan hubungannya dengan Sean tanpa beban. keesokan harinya, Shela sudah dandan dengan begitu cantiknya, namun kecantikan Shella tetap saja kalah jika dibandingkan dengan Devina . Shella dandan cantik karena ia ingin bertemu dengan Sean, dan kebetulan Sean sedang perjalanan untuk menjemput dirinya. Karena yang Shela ketahui Devina sedang sakit, jadi biar tidak mengganggu waktu istirahat Devina, Shela memutuskan untuk menunggu Sean di depan rumah saja . tidak berselang lama Sheila menunggu Sean, Shela pun melihat mobil Sean mulai mendekati dirinya, dan seketika senyum Shela merekah karena melihat kedatangan sang tunangan. dengan perasaan senang, Sean turun dari mobilnya, untuk menjemput Shela yang sedang menunggu dirinya kebetulan saat Sean ingin membantu Shela untuk masuk ke dalam mobilnya, ada beberapa seorang ibu-ibu yang ingin melewati rumah Devina, dan menatap Sean dan juga Shella dengan tatapan bingungnya, hingga membuat Shella yang merasa di perhatikan langsung menghentikan pergerakannya untuk masuk ke dalam mobil Sean. "sebenarnya kekasih pria ini Shella, atau Devina? " tanya beberapa seorang ibu ibu dengan penuh kebingungan itu pada sesama temannya, membuat jantung Sean terasa Berhenti Berdetak saat mendengar pertanyaan dari ibu-ibu tersebut karena terkejut. "Kak Sean, Apa maksud mereka Jadi selama ini Kak Sean ada hubungan dengan Mama?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD