Dua anak Adam dalam kondisi berantakan itu tampak menunduk malu dalam posisi terduduk di bawah lantai. Mereka yang awalnya tengah memadu kasih di sebuah rumah yang ada di tengah perkampungan, tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya segerombolan warga yang mendobrak paksa rumahnya. "Dasar tidak tau diri. Saya sudah memberikan kamu pekerjaan, tapi ini balasan kamu pada saya." hardik wanita tua bernama Juminah itu. Plak Wanita dewasa yang lebih muda itu wajahnya seketika terlempar saat sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. "Jangan berani kamu menampar kekasihku." pria tua yang sedari tadi diam, mulai berani bersuara. Menatap nyalang pada Juminah yang menyorotnya dengan tatapan penuh kekecewaan. "Apa, Mas? Aku tidak salah dengar? Kamu membela pelakor ini?" tanya Juminah dengan pandang

