Keesokan paginya, mobil Evan sudah berada tepat di depan halaman rumah Alya. Ia turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya. Maya yang berada di halaman, yang sedang menyiram tanaman langsung menoleh ke arah Evan. Maya mengernyitkan keningnya. "Pagi tante!" Maya menautkan kedua alisnya, Maya membalas sapaan dari Evan sambil tersenyum lebar. "Pagi juga Evan, wah tumben banget nih Kamu ke sini?" Tanya Maya. "Iya saya mau jemput Alya tante!" Ucap Evan. Maya menganggukkan kepalanya pelan, tapi tatapannya tertuju kepada wajah Evan yang terlihat habis dipukul. "Van, wajah kamu kenapa kok kayak begitu?" tanya Maya. "Oh ini, biasa tante cowo!" ucapnya. "Loh kamu berantem? Sama siapa?" tanya Maya. Evan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memasang wajah bingung harus me

