“Nggak mau ditinggal,” rengek Zeusyu memegangi ujung kemeja yang Niel kenakan. Wanita dengan perut besar itu juga tak mengerti mengapa seharian ini dirinya ingin selalu menempeli suaminya. “Sebentar doang, Sayang. Aku cuman ngumpulin tugas.” Jelas Niel. Ia bukannya tidak ingin menuruti kemauan Zeusyu untuk tinggal di rumah, tapi dosen pengampu mata kuliahnya kali ini menerapkan aturan, dimana setiap mahasiswa harus mengumpulkan tugas masing-masing. “Kan bisa dititipin ke Rega apa Jeno. Minta tolong mereka buat print atau itu aja dikirim, minta Pak Darmanto ke kampus.” Masalahnya harus tandatangan after ngumpulin tugas, Yang!— ingin rasanya Niel berteriak. Batas pengumpulan sebentar lagi akan ditutup, tapi istrinya tak kunjung mengerti. Tumben sekali Zeusyu bersikap keras kepala. “Yang,

