ENAM PULUH LIMA

1152 Words

Di dalam mobil hitam Niel, kelimanya terdampar di depan minimarket tak jauh dari kampus. Lima menit berselang, tetapi belum ada anak yang mengeluarkan suara. Mereka sibuk dengan ponsel masing-masing, terkecuali si pemilik mobil. "Gunting, batu, kertas, kita!" "For what?" tanya Jeno penasaran. Rega menyimpan ponselnya, pria yang duduk disamping Niel itu mengedikan dagunya ke arah sang sahabat, "kita mau ngapain sebenernya? Zeusyu nyuruh belanja kebutuhan kampus?!" "Lah iya, Njir! Ke Indongapret aja pake segala formasi lengkap begini," bingung Zikri. Hanya Alvian yang diam karena seluruh pertanyaannya telah terwakilkan oleh ketiga temannya. "Nggak usah banyak nanya. Gunting batu kertas, yang kalah ntar gue kasih tau!" Pungkas Niel, "agak majuan lo bertiga. Inget nggak boleh cureng, N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD