Beloved Wife Papa.. Abang Xavier kebangun. Dia nanyain papa. Hanya dengan sebaris pesan singkat yang Zeusyu kirimkan, Niel mengangkat pantatnya yang sejak dua jam lalu menempel pada kursi di café milik Jeno. Anak kebanggan Niel itu ternyata menyadari kepergiannya. “Balik?” tanya Rega, melihat pergerakan Niel. “Bocil kematian melek, padahal pas gue tinggal pules banget,” jawab Niel sembari terkekeh. Sebelum nongkrong, Niel sudah memastikan jika bayi besarnya terlelap. Andaikan saja ajakan main teman-temannya tidak berlangsung di atas pukul tujuh malam, ia pasti memboyong Niel ikut serta. Sapi keramatnya itu harus tidur agar keesokan harinya tak rewel. “Cabut dulu gue. Thanks traktirannya.” Tukas Niel lalu bersalaman ala bro-bro jaman sekarang. Ponsel digenggaman pria itu bergetar. Saat

