Keriuhan terjadi pada meja yang digunakan nil bersama teman-temannya. Kelimanya tak menahan diri mereka dan mencoba untuk berperilaku apa adanya, tanpa takut mengganggu pengunjung lain di cafe milik Jeno. Tak apa, toh pemiliknya sendiri pun melakukan hal yang sama seperti mereka. “Emang bego sih, tank-nya kita. Udah tau ada Thamuz, dia pakenya ” kalimat merendahkan ini langsung dibalas dengan toyoran kepala oleh Rega. Pemuda itu mengumpat kasar Zikri yang mengata-ngatainya. “Permisi Mas-Mas,” interupsi pegawai Jeno. “Mau anterin pesanan buat Mas Niel,” ucapnya sembari menurunkan red velvet cake ke depan Niel. “Gue nggak ada minta,” ujar Niel. Seingatnya ia tak meminta kue tambahan. Milikya saja belum habis. Pesanan sang istri sendiri akan dirinya pesan ketika ia hendak pulang. “Iya,

