Chapter 12

1016 Words

Sienna Halim POV "M-mustahil." Bola mataku kehilangan cahaya. Kupandangi kosong bilah ponsel itu, yang disita lembut oleh Samuel, dalam senyumannya. Tepukan ringan menyentuh pundakku; Samuel seperti memberikan dukungan moral. Masih tatkala aku terbengong kebingungan, lelaki itu mendudukkanku ke meja makan kecil pada bagian dapur kamar ini. Wajahnya berhenti di samping kepalaku, berbisik ringan seraya mencengkeram pundakku. "Paham situasinya sekarang, Sienna? Nyawamu ada di tanganku. Kalau kepolisian saja tidak bisa menolongmu, lalu siapa lagi? Kau pintar, aku yakin kau paham maksudku sekarang." Samuel tersenyum puas, usai membuatku pandanganku kosong akan keputusasaan. Kemampuan beradaptasi manusia memang luar biasa. Setelah terbengong beberapa menit, aku kembali ke kesadaran awal. Tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD