"Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" Aku menggeleng kemudian membantu Al merapikan kemeja yang ia kenakan. Setelah sekian lama akhirnya Al hari ini mulai masuk bekerja lagi. Sebenarnya tadi pagi aku sudah membujuknya untuk tak pergi dulu, tapi Al bilang dia hanya akan pergi sebentar saja menyapa teamnya. Ya ini sudah sangat lama sekali. Al mengenggam tanganku yang tengah merapikan kemejanya. Ia genggam tanganku erat. "Makasih ya, Yas, udah bertahan sejauh ini. Makasih karena nggak ninggalin aku." Aku menggeleng. "Harusnya aku yang ngomong gitu. Aku berkali-kali bikin kamu down karena pikiran-pikiran negatif aku. Padahal kamu lagi butuh dukungan aku banget. Aku minta maaf." "Kamu nggak perlu minta maaf, Sayang. Kamu nggak perlu minta maaf." Al menggeleng kemudian mengusap wajahku. A

