Bab 32. (21+) Cara Lain

1149 Words

Dewa terbelalak mendengar ucapan Kanaya, sesaat kemudian ia tertawa terbahak-bahak seraya menggelengkan kepalanya. "Dewa, kenapa kamu tertawa?" Kanaya menahan malu yang luar biasa, ia tahu pria ini pasti menertawkaan kebodohannya. "Astaga, ternyata otakmu tidak sepolos yang aku kira ya, mbak pacar. Siapa yang mengajarkanmu seperti ini?" Dewa semakin tertawa, gemas sekali melihat wajah Kanaya yang merah padam seperti itu. "Ish, memangnya sejak kapan aku ini polos? Aku dulu pas sekolah juga sering membaca buku tentang cara itu," kata Kanaya mengabaikan rasa malu yang luar biasa. "Buku? Memangnya ada buku yang mengajarkan caranya bercinta? Lagipula bercinta itu tidak perlu dipelajari, tapi harus dipraktekkan biar langsung bisa," kata Dewa, semakin merasa lucu dengan sikap Kanaya ini. "Ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD