"Cinta ... tegarkan hatiku." ******** "siapa kamu !" Pekik Nadine dengan nafas memburu. Seseorang dengan pakaian hitam itu hanya diam saja dan malah maju mendekati Nadine. "Jangan mendekat ! Pergi !" "Mommy ... Mommy ...." Guncangan kuat di badan menyadarkan Nadine dari mimpi buruknya. Dipandanginya Arka yang menatapnya dengan mata masih mengantuk. Nadine cepat memeluk Arka dan membawa bocah itu untuk kembali tidur. Jantung Nadine masih berdetak dengan sangat kencang. Serasa nyata mimpinya tadi. Pertanda apa mimpinya ? Apa Kai akan segera mengambil Arka darinya ? Apakah Papa akan memisahkannya dari Arka ?" Semua pertanyaan berseliweran di dalam pikiran Nadine. Apalagi dalam dua hari ini Kai tidak mengiriminya pesan, walau hanya sekedar mengatakan I Miss you Baby. Hingga dua hari ju