Butuh Waktu 2

1814 Words

Rumah Kai dan Anna, sama-sama megah dan besar seperti rumah orang tua Halim. Halaman luas bahkan ada lapangan bisa untuk basket, tennis maupun lainnya. Felora meminta digendong ketika sampai, “ini rumah siapa? Eyang dokter?” “Bukan sayang, ini rumah Grandad Kai dan Grandmom Anna.” “Siapa itu?” “Masih orang tua Ayah juga. Jadi Kakek dan Nenek Felo.” “Oh,” Kikan merapikan rambut putrinya. Mereka disambut hangat, ada dua orang asing yang Kikan dikenalkan sebagai sepupu Halim, dari garis wajah rupawan mereka ada kemiripan. Dia adalah Aric, wanita cantik lainnya Vanya—istri Aric. Ada anak laki-laki tak jauh usianya dengan Izz dan Hansika. Sangat tampan dan menggemaskan. Semua mata memerhatikan Felora, sampai Kikan membujuknya untuk menyalami semua orang dewasa. “Perkenalkan diriny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD