Usai insiden Esmeralda terbukti hoax, bisikan di ruangan itu berubah menjadi decak kagum dan kemarahan. Arah simpati publik berbalik 180 derajat. Elara dengan pembawaan yang percaya diri tanpa sikap arogansi, telah memojokkan Esmeralda dengan sempurna. Dia tidak hanya membela Robert, tetapi juga melukiskan diri sebagai pendamping yang kuat, cerdas dan setia di saat sulit. “Tunanganku, Elara,” ucap Robert akhirnya, suaranya berat namun penuh keyakinan, memeluk bahu Elara. “Adalah anugerah terbesar dalam hidup saya. Dia datang ke dalam hidupku dengan kejujuran dan kekuatan yang justru menyadarkanku akan arti komitmen sejati. Dan komitmenku adalah pada kota ini, untuk membawanya ke arah yang lebih baik.” Pernyataan Robert menjadi kalimat penutup yang sempurna. Esmeralda, yang kini dikerubun

