49. Kerusuhan di Malam Hari

1813 Words

“Ral, Tian boleh masuk?” Raline yang tengah bersantai di tempat tidur melihat remaja lelaki itu berdiri di depan pintu kamar yang ditempatinya. Berbeda dengan Cheri yang senang menerobos, Sebastian memang selalu sesopan ini. Meski ini rumahnya sendiri, Sebastian tidak pernah sembarang masuk ke tempat yang bukan ruangannya.  “Sini, masuk!” Raline melambai memanggil Sebastian mendekat. Sebastian mendekat sambil membawa gelas di tangannya. Ia meletakkan gelas itu di atas nakas dekat kepala Raline. “Tian bawain s**u buat, Ral.” “s**u?” Raline mengerjap kaget. Sebastian mengangguk antusias. “s**u buat ibu hamil, Ral.” “Wah!” gumam Raline terharu. “Aku lupa kalau malam ini belum minum susu.” “Tian tahu.” Sebastian mengangguk dengan senyum mengembang. “Ral malam ini belum turun buat bikin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD