"Kamal?" Raline mendelik tidak percaya melihat sosok Kamal di depan pintu unitnya. "Pagi, Ral!" sapa Kamal masih seceria kemarin. Seolah belum juga menghantui Raline dan membuat wanita itu pusing, esok harinya, pagi-pagi sekali Kamal sudah kembali muncul di unit Raline. Padahal, semalam saja pemuda itu baru memulangkan Raline lewat pukul sepuluh hingga wanita itu tidak sempat lagi naik ke unit Noe untuk melihat Kyna. Putrinya sudah terlelap sejak jam delapan dan Raline tidak ingin datang hanya untuk mengganggu. Lagi pula, Raline malu berhadapan dengan Noe. "Kamu mau apa ke sini pagi-pagi?" tanya Raline heran. "Kok nanyanya gitu, Ral?” balas Kamal agak terkejut. Pikirnya ia akan menerima sambutan manis dan hangat dari Raline seperti yang biasanya wanita itu tunjukkan dulu. “Bikin sedih

