72. Tersisih dan Tersingkir

2150 Words

"Ral, Sabtu ikut pergi, yuk!" ajak Diana ceria begitu Raline duduk di kursi kerjanya pagi itu. "Ke mana?" Seperti biasa tanggapan Raline selalu terdengar datar. "Gue sama anak-anak yang lain mau ke Ranca Upas," ujar Diana bersemangat. Membayangkan short trip yang akan mereka lakukan akhir pekan ini membuat semangat Diana membara. Bagi Diana dan sebagian besar anak desain lainnya, main dan bekerja harus seimbang. Jangan ada yang berat sebelah, karena hidup jadi tidak seimbang nantinya. "Di mana itu?" tanya Raline polos. Maklum, pada dasarnya Raline ini memang kurang gaul. Apalagi sejak ada Kyna, jarang sekali ia ikut bepergian dengan anak-anak tim desain yang lain. "Ciwidey." Kini Raline mengangguk paham. Setidaknya dia pernah dengar daerah itu dan Raline tahu lokasinya cukup jauh. "Ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD