77

1249 Words

Amindita dan Praditya melangkah keluar dari pagar kayu rumah Pak Broto. Praditya, dengan posesif namun lembut, menggandeng tangan istrinya, memastikan langkah Amindita stabil di atas jalanan kampung yang sedikit tidak rata. Tak jauh dari sana, di bawah pohon mangga depan rumah, Bu Yani sudah berdiri dengan tangan bersedekap, matanya memindai Praditya dari ujung rambut hingga ujung sepatu dengan tatapan penuh selidik. "Loh Mbak Dita, mau ke mana Mbak? Sore-sore kok sudah rapi sekali," sapa Bu Yani dengan nada bicara yang dibuat ramah, meski binar matanya memancarkan rasa penasaran yang haus akan informasi. Amindita menghentikan langkah sejenak dan memberikan senyum sopannya. "Ini Bu, mau jalan-jalan sebentar ke pusat kota," jawabnya tenang. Pandangan Bu Yani beralih sepenuhnya pada pria

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD