21

1198 Words

Genggaman tangan itu terjadi begitu saja, tanpa aba-aba, seolah sudah menjadi hak paten yang tak terbantah. Bahkan Amindita tak tau sejak kapan tangan besar Praditya ada di tangannya. Di sepanjang lorong terminal bandara yang mulai ramai oleh lalu lalang calon penumpang, Praditya berjalan dengan langkah tegap, sementara tangan kanannya mengunci jemari Amindita dengan erat. Terkadang dirinya ngeri. Bagaimana jika nanti ada seseorang yang mengenal mereka berdua. Terlebih ini di tempat umum yang kemungkinan bertemu dengan orang yang dikenal akan sangat memungkinkan. Amindita sempat mencoba melepaskan diri, namun setiap kali ia meronta kecil, Praditya justru semakin mempererat tautannya. Pria itu bersikap seolah-olah menggenggam tangan sekretarisnya di depan publik adalah hal paling wajar d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD